Selamat malam teman-teman pembaca…saya yakin yang baca blog saya ini orang baik-baik soalnya tulisan smacam ini akan bertambah 1 lagi yah..haha tulisan yang kata teman saya jenisnya kaya kotbah :p
Oke let’s go to the point.
Some of us, of course sering mengalami yang namanya kegagalan. Yah mereka yang tertimpa kekecewaan super besar dari kegagalan ini rata-rata awalnya berusaha yang keras…tapi begitu ia menabrak dinding besar penghalang tersebut, ia jatuh dan menjadi pesimistik.
Ada juga yang bisa bertahan lebih lama, tetapi setelah menempuh kegagalan lebih dari sekali, lagi-lagi ia menyerah.
Well, it’s okay kalau mau menyerah dan berhenti melakukan sesuatu, tetapi menurut saya, jika anda memang ingin mencapai suatu target buat kata menyerah ini.
Sekalian berbagi, kemarin saya baru dapat latihan kepemimpinan di sekolah (LDK) yang merupakan singkatan dari Latihan Dasar-Dasar Kepemimpinan. Di pelatihan tersebut, kami diberi biografi seorang presiden AS yaitu Abraham Lincoln.
Anda yang sering gagal, coba anda lihat daftar kegagalan Abraham Lincoln ini…
Tahun 1831 kebangkrutan dalam usahanya
Tahun 1832 kalah dalam pemilihan lokal
Tahun 1833 kembali menderita kebangkrutan
Tahun 1835 istrinya meninggal dunia
Tahun 1836 menderita tekanan mental sedemikian rupa sehingga hampir saja masuk rumah sakit
Tahun 1837 kalah dalam kontes pidato
Tahun 1840 gagal dalam pemilihan anggota senat Amerika Serikat
Tahun 1842 menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres Amerika Serikat
Tahun 1848 kalah lagi di kongres Amerika Serikat
Tahun1855 gagal lagi di senat Amerika Serikat
Tahun1856 kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden Amerika Serikat
Tahun 1858 kalah lagi di senat
Tahun 1860 akhirnya berhasil menjadi presiden Amerika Serikat
Daftar tersebut disadur dari http://www.dexton.adexindo.com/.
Nah, setelah anda melihat daftar kegagalan tersebut, anda tentunya melihat sesuatu bukan? Lincoln tak pernah menyerah saudara-saudara. Ia terus berjuang dan berjuang sampai ia berhasil menjadi presiden Amerika Serikat. Ia mengalami kurang lebih 29 tahun kegagalan sebelum ia dapat mencapai tujuannya. Bagaimana dengan anda? Ada yang mengalami kegagalan sebanyak Lincoln?
Bagaimana usaha anda selama ini? Apa anda sudah berusaha keras tetapi masih terus saja mengalami kegagalan? Secara pribadi, saya juga adalah orang yang sering mengalami kegagalan. Tetapi apa yang membuat saya terus bergerak maju? Saya selalu bergerak maju sambil memegang prinsip bahwa tidak peduli berapa banyak saya berusaha dan terjatuh, tetapi bila saya terus berusaha dan berjuang, menepis segala pikiran ketidak mampuan, saya pasti akan sampai di tahapan berikutnya, yaitu keberhasilan. Hal ini mutlak adanya, terutama bagi para pembaca yang merupakan kaum Religi, Tuhan pasti memeluk usaha kita ini.
Lalu, kasus berikutnya, misalnya dalam suatu persaingan yang melibatkan beberapa individu. Mungkin seorang yang gagal akan mencari alasan bahwa ia gagal karena memang perbedaan kemampuan yang didasari bakat alami. Saran saya, hilangkan pikiran ini kawan, tepis jauh-jauh kalau perlu!
Jangan pikirkan apa yang anda tidak punya, tetapi pikirkan apa yang anda punya dan kembangkan itu!
——————-
Coba kita lihat lagi kepada seorang tokoh hebat yang lainnya. Tokoh yang satu ini dapat berhasil meski dengan segala kecacatannya.
Peter Whysner atau dikenal dengan nama Pete Gray merupakan seorang pemain Baseball yang mempunyai ambisi yang kuat. Meski ia sadar bahwa ia hanya mempunyai tangan kirinya untuk bermain, ia tetap berambisi agar namanya bisa di pasang di dinding Stadion Yankee. Disana dipajang foto-foto pemain-pemain legenda. Tentunya secara akal sehat mustahil bagi Pete untuk mencapai ambisi nya tersebut. Tetapi, apa yang Pete lakukan? Ia tak berhenti berjuang untuk menggapai ambisinya.
Suatu ketika ia ditanya, “Bagaimana anda bisa bermain hebat tanpa tangan kanan anda?”. Jawab Pete, ” Saya masih punya tangan kiri.” Pete tidak pernah memikirkan dan menyesalkan tangan kanannya yang telah tiada. Melainkan ia tetap percaya ia bisa melakukan nya dengan tangan kirinya.
—————-
Dari berbagai contoh tokoh hebat yang disajikan di atas, kita lihat bahwa salah satu kunci untuk mencapai keberhasilan adalah tidak pernah menyerah dan tidak mengeluh atas keadaan kita. Selain itu, perlu ditambahkan, kita juga perlu menepis segala pesimisme kita. Karena itu mari kita buang beberapa kata seperti “tidak bisa”, “tidak mungkin” dan sebagainya.
Percayalah, jika anda masih gagal sekarang, bahkan sampai nanti pun tetap gagal, jangan pernah berhenti menyerah. Semakin sering anda gagal, anda semakin dekat dengan keberhasilan.
————————-
Tulisan tambahan :
Ketika saya menulis tentang berusaha, saya jadi ingat teman saya yang tampaknya sangat ingin bekerja hanya dengan menggantungkan hidup dengan bermain saham.
Kata beberapa orang, berusaha saham merupakan usaha yang paling tidak produktif. Ini jelas berlaku untuk seorang spekulan saham yang kesehariannya hanya di depan komputer.
Tidak ada salahnya, tetapi ingat hati-hati. Saya tidak menyarankan seseorang untuk hanya bermain saham untuk menafkahi hidupnya. Lihat krisis di Amerika? Hehehe. Bagaimana nasib anda bila tinggal di sana dan hanya bermain saham??? :p